Perhatikan Hal Berikut Agar Tidak Tersesat di Masjidil Haram

Kategori : Umrah, Haji, Tips, Ditulis pada : 30 Maret 2026, 15:15:12

Hal yang sering dialami oleh jamaah ketika di tanah suci, persisnya di Masjidil Haram biasanya adalah kesasar atau terpisah dari rombongan. Hal ini dikarenakan ada banyak pintu masuk Masjidil Haram yang membuat jamaah bingung saat keluar masuk masjid melalui pintu sebelah mana. Banyaknya jamaah yang ada di Masjidil Haram ketika musim haji dan umrah juga menjadi penyebab.

Nah, ada enam tips yang dapat Anda lakukan agar tak tersesat ketika berada di Masjidil Haram. Yang jelas, pertama Anda tidak perlu bingung agar bisa berfikir jernih untuk bertemu rombongan Anda kembali. Berbagai kewaspadaan perlu Anda siapkan agar mampu mengatasi hal ini.

11.jpg

Photo by Ömer F. Arslan on Unsplash

Inilah tips lengkap supaya Anda tidak tersesat ketika berada di Masjidil Haram. Baca sampai tuntas ya!

Mengingat Pintu Masuk

Pertama yang harus Anda lakukan adalah mengingat pintu masuk yang Anda lewati saat berada di Masjidil Haram. Kenapa? Sebab di Masjidil Haram, pintu masuk bisa diakses pula sebagai pintu keluar.

Namun seringkali jamaah bingung dan tersesat karena tak tahu harus keluar pintu mana.

Sebagai informasi, ada 4 pintu utama Masjidil Haram yang bisa dilalui antara lain: pintu King Abdullah, pintu King Abdul Aziz, pintu Fateh Gate, kemudian pintu King Fahd Gate.

terdapa sekitar 45 pintu biasa, tapi secara keseluruah jumlah akses memasuki wilahah Ka’bah bisa mencapai 120 akses.

Rata-rata pintu masuk di Masjidil Haram bentuknya sama. Dan terus bertambah jumlahnya seiring perluasan bangunan masjid. Jadi, jika Anda tidak ingin kesasar, upayakan untuk menghafalkan bahkan mencatat nomor dan nama pintu yang dilewati.

Lihat Posisi Zam-Zam Tower

Zam-zam Tower merupakan bangunan yang cukup ikonik di Masjidil Haram. Bentuknya berupa bangunan yang menjulang setinggi 601 meter, dengan jam besar berwarna hijau di bagian menaranya. Cobalah mendongak ke atas untuk mengetahui letak Zam-zam Tower untuk menentukan memilih masuk atau keluar pintu yang mana.

12.jpg

Image by GLady from Pixabay

Menara yang aslinya bernama Abraj Al Bait ini letaknya tepat di depan pintu masuk King Abdul Aziz. Jadi, Zam-zam Tower bisa menjadi patokan bagi Anda ketika kesasar di Masjidil Haram. Anda dapat memilih pintu King Abdul Aziz sebagai pintu masuk sekaligus pintu keluar supaya tidak tersesat.

Bertanya Kepada Petugas

Terpisah dari regu tentunya membuat Anda menjadi panik dan tidak tahu harus bertanya pada siapa. Nah, kabar baiknya, terdapat petugas yang stand by 24 jam di Masjidil Haram selama musim haji yaitu Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH). Anda dapat meminta bantuan pada petugas tersebut apabila Anda tersesat.

Petugas tersebut berjaga di 4 titik di area Masjidil Haram jadi dapat dengan mudah dijumpai. Keempat titik itu adalah zona thawaf, area di antara zona thawaf dan sa’i, wilayah berakhirnya sa’i yakni bukit Marwah dan terakhir di sekitar pintu King Abdul Aziz dekat Zam-zam Tower.

Petugas ini dapat menghubungkan Anda dengan ketua rombongan, bahkan bersedia membantu mengantarkan Anda sampai ke penginapan. Sehingga Anda perlu membekali diri identitas diri dan nomor kontak ketua atau anggota rombongan Anda untuk mempermudah pencarian.

Selalu Pergi Secara Berombongan

Masjidil Haram memiliki area yang sangat luas dibandingkan dengan masjid kebanyakan. Anda bisa saja pergi sendiri ke Masjidil Haram, akan tetapi saat Anda mengalami kejadian yang tidak terduga seperti tersesat, lebih aman jika Anda masih bersama rombongan walaupun cuma beberapa orang.

Selain itu, dengan adanya kawan yang satu rombongan, Anda bisa berdiskusi untuk menentukan langkah yang harus diambil ketika tersesat. Secara psikologis, Anda juga tak akan mudah gugup, dibandingkan ketika tersesat sendirian.

Menentukan Titik Kumpul

Membuat kesepakatan titik kumpul ini biasa dilakukan oleh ketua rombongan. Anda dapat mencatat di mana tempat yang disepakati untuk bertemu saat keluar dari Masjidil Haram bersama-sama. Penentuan lokasi sebaiknya memilih tempat yang mudah ditemukan, misalnya di dekat lampu hijau titik dimulai dan berakhirnya thawaf atau bisa juga di sekitar pintu King Abdul Aziz.

Menyiapkan Alas Kaki

Karena takut tertinggal teman satu rombongan, hal yang sering dilupakan para jamaah adalah keluar dari Masjidil Haram tanpa memakai alas kaki. Hal ini bisa berbahaya, sebab kaki bisa melepuh.

Jadi, usahakan untuk selalu menyiapkan sandal dalam kantong sandal yang bisa dibawa kemana-mana agar tidak bingung mencari alas kaki. Juga menghindari dari resiko tertinggal dari rombongan yang menyebabkan Anda tersesat.

sandals-342672_1280.jpg

Image by Leonardo Valente from Pixabay

Nah, itulah beberapa tips yang dapat Anda terapkan agar tidak tersesat ketika di Masjidil Haram. Selain itu, ada beberapa hal yang harus Anda siapkan untuk mengantisipasi saat Anda benar-benar mengalami hal ini. Antara lain

  • Mencatat nomor kontak pemandu rombongan yang bisa dihubungi. Agar dapat Anda perlihatkan kepada petugas untuk menemukan kembali rombongan Anda.
  • Membiasakan diri selalu menyertakan kartu identitas diri Anda yang lengkap di tas selempang kecil. Hal ini mempermudah Anda menunjukkan ke petugas yang membantu Anda saat tersesat agar menemukan kembali rombongan Anda.
  • Terakhir, catat nama hotel tempat Anda menginap saat di Tanah suci. Anda bisa saja tidak ingkat jika hanya mengingat nama hotel yang Anda tempati. Berbeda ketika Anda menulisnya secara khusus di buku. Jadi setidaknya Anda dapat bertanya untuk bisa kembali ke hotel saat tersesat.

Itulah tips lengkap agar Anda tidak kesasar di Masjidil Haram. Tentunya, kita tak berharap akan mengalami hal tersebut. Namun, setidaknya Anda bisa mengantisipasi dan siap menghadapi kejadian seperti ini. Semoga ibadah haji dan umrah Anda berjalan lancar.

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id