Halaman Utama
Paspor Haji Belum Ada Kepastian PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh m nashir   
Sunday, 21 June 2009
Jakarta - Persiapan pelayanan ibadah haji yang dilakukan pemerintah Indonesia di Arab Saudi sudah hampir rampung. Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Salim Segaf Aljufrie, mengatakan, persiapan haji 2009 sudah mencapai 80 persen. Ia berharap pelayanan haji tahun ini bisa lebih baik dan optimal.
 
Menurut Salim, saat ini yang masih menjadi persoalan adalah keharusan penggunaan paspor internasional. Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan mulai 2009, semua jamaah haji dari berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia harus memakai paspor internasional.

Sayangnya, kata dia, Indonesia belum bisa merealisasikannya karena terbentur masalah undang-undang. "Masalah ini (paspor internasional) yang belum tuntas sampai sekarang, kalau soal pemondokan dan katering, insya Allah sudah tidak ada masalah," papar Salim di sela-sela menerima rombongan dari Maskapai Garuda Indonesia serta Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) di Kedutaan Besar RI Riyadh, pekan lalu.

Salim mengungkapkan, pemerintah Saudi masih tetap ngotot untuk memberlakukan paspor internasional, termasuk untuk Indonesia pada musim haji tahun ini. Menurut dia, bagi beberapa negara lain, seperti India, peraturan tersebut tidak akan menjadi masalah karena hal itu tidak diatur oleh UU mereka. Bahkan, Pakistan telah siap menggunakan paspor internasional untuk pelaksanaan haji 2009. "Indonesia akan sulit untuk menerapkan keputusan itu secara langsung, karena paspor cokelat (haji) itu diatur dalam UU. Kita harus mengubah dulu UU-nya, baru bisa kita laksanakan," kata Salim. Namun, ia yakin masalah itu akan tuntas sebelum musim haji tahun ini. [tibi/republika]
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement